Tauhid berarti mengesakan Allah سبحانه وتعالى dalam seluruh perkara yang menjadi kekhususan-Nya. Seorang Muslim meyakini bahwa Allah سبحانه وتعالى adalah satu-satunya pencipta dan pengatur alam, hanya Allah سبحانه وتعالى yang berhak disembah, serta nama dan sifat-Nya tidak dapat disamakan dengan makhluk.
Tauhid tidak cukup hanya berupa pengakuan bahwa Allah سبحانه وتعالى menciptakan manusia dan menguasai alam semesta. Keyakinan tersebut harus diwujudkan dengan mengarahkan seluruh ibadah hanya kepada-Nya. Doa, rasa takut yang bersifat ibadah, pengharapan, tawakal, penyembelihan, dan bentuk penghambaan lainnya tidak boleh diberikan kepada selain Allah سبحانه وتعالى.
Kalimat la ilaha illallah mengandung dua prinsip. Pertama, menolak semua sesembahan selain Allah سبحانه وتعالى. Kedua, menetapkan bahwa hanya Allah سبحانه وتعالى yang berhak menerima ibadah. Karena itu, memahami makna kalimat tauhid harus disertai dengan pengamalan dalam kehidupan.
Kedudukan tauhid sangat penting karena tujuan penciptaan manusia adalah beribadah kepada Allah سبحانه وتعالى, sebagaimana diterangkan dalam Surah Adz-Dzariyat ayat 56. Al-Qur’an juga memberikan peringatan keras terhadap syirik, karena syirik yang dibawa sampai meninggal tanpa pertobatan dapat menggugurkan amal dan menghalangi seseorang dari surga.
Disarikan dan diparafrasekan dari artikel Membekali Diri dengan Tauhid karya Ari Wahyudi di Muslim.or.id.
SATU HAL UNTUK DIAMALKAN HARI INI
Periksa kembali tujuan setiap ibadah yang dilakukan. Pastikan salat, doa, sedekah, dan amal lainnya benar-benar ditujukan untuk mencari rida Allah سبحانه وتعالى, bukan pujian atau pengakuan manusia.